October 2019 - Rather Be Reading Blog

Novel Klasik Terbaik

Buku atau novel bisa dibilang dapat banyak memperpanjang umur kita, mengurangi stress, dan mengurangi rambut rontok. Namun, apapun yang orang katakan tentang membaca, satu hal yang pasti yaitu kesenangan yang paling hakiki saat membaca adalah kehilangan diri sendiri. Kepuasan akan pekerjaan yang sukses bisa pergi dan datang, teman atau sahabat juga tidak selalu ada menemani, tetapi buku akan selalu ada untuk membawa anda ke dalam dunia yang berbeda. Novel dapat melakukan sesuatu yang unik, mereka secara bersamaan berbicara dengan hati dan pikiran. Mereka juga mengajarkan tentang sejarah dunia dan kemungkinan akan masa depan.

To Kill a Mocking Bird – Harper Lee

To-Kill-a-Mocking-Bird

Novel ini merupakan permohonan abadi untuk keadilan, dengan latar belakang Amerika Selatan yang rasis selama tahun-tahun penuh depresi, novel ini menimbulkan sensasi. Idenya simpel tapi dapat memicu pikiran, novel ini memaksa kita untuk melihat dunia melalui mata seorang anak berusia enam tahun, Jean Louise Finch, yang ayahnya merupakan pengacara dan sedang membela seorang pria kulit hitam yang sedang dituduh melakukan pemerkosaan kepada seorang perempuan berkulit putih. Lee memenangkan Pulitzer dan sebuah tempat di kurikulum.

Great Expectations – Charles Dickens

Great-Expectations

Charles Dickens adalah suara hati kehidupan sosial zaman Victoria. Great Expectations adalah kisah bergolak tentang Pip yang yatim piatu, Estella yang cantik, dan Miss Havishman yang menghalangi mereka. Pertama kali novel ini dirilis dalam bentuk serial, dan anda hampir tidak mempunyai waktu untuk pulih dari cerita yang menenangkan ini. Semua diceritakan oleh Dickens dengan prosa yang lugu, mewah, namun juga tulus.

Frankenstein – Mary Shelley

Frankenstein

Mary Shelley baru berusia 18 tahun ketika ia menulis novel ini, sebagai tantangan dari calon suaminya, Percy Shelley dan Lord Byron untuk membuat cerita horor terbaik sepanjang masa. Dilukiskan memiliki wajah berwarna hijau, monster Frankenstein adalah ciptaan kompleks yang merindukan simpati dan persahabatan. 200 tahun setelah novel pertamanya dirilis, kisah gothic terasa lebih relevan dari kisah sebelumnya, ketika ilmu genetika telah mencapai batasan tentang apa artinya menciptakan sebuah kehidupan.

Dracula – Bram Stoker

Dracula

Bram Stoker yang merupakan orang Irlandia dan manajer sebuah teater bertemu dengan penulis sekaligus pengembara asal Hongaria Armin Vamvery di London dan membicarakan tentang Pegunungan Carpathian. Di tuliskan dengan imajinasi Gothic Stoker menjadikan sebuah karya yang memiliki pengaruh sangat besar terhadap budaya Barat. Tidak sulit untuk membaca Count merupakan sosok bayangan seksual yang mengejutkan orang Inggris Victoria dari tempat tidur mereka, namun di tangan Stoker hal tersebut juga menjadi menyeramkan.

Charlie and the Chocolate Factory – Roald Dahl

Charlie-and-The-Chocolate-Factory

Harry Potter mungkin lebih populer, tetapi Willy Wonka pasti lebih aneh. Dari kemiskinan yang dialami Charlie Bucket dan keluarganya, hingga anak-anak manja, serakah, dan nakal yang begabung dengan Charlie dalam perjalanannya ke pabrik manis khayalan Willy Wonka, tidak ada yang lebih manis dari karya fantasi yang mengejutkan buatan Road Dahl ini.